Lewati ke konten
Donget
Unduh
Semua artikel

Cara membagi sewa saat kamarnya tidak sama besar

Kamar utama tidak seharusnya dihargai sama dengan kamar belakang yang sempit. Begini cara membagi sewa dengan adil ketika kamar berbeda luas, cahaya, dan fasilitasnya — lengkap dengan rumus yang benar-benar jalan.

The Donget team 4 menit baca

Membagi sewa rata adalah pilihan bawaan, dan itu bekerja dengan sempurna — sampai kamarnya berhenti setara. Satu kamar luas, punya kamar mandi dalam dan balkon. Kamar satunya nyaris cuma muat kasur dan satu meja kecil yang menyedihkan. Menagih keduanya dengan angka yang sama itu bukan sederhana, itu cuma tidak adil, dan penghuni kamar sempit tahu betul soal itu.

Jadi bagaimana cara membagi sewa dengan adil kalau kamarnya memang berbeda? Ini metode yang tahan uji.

Mulai dengan mendaftar apa yang sebenarnya berbeda

Sebelum berdebat soal angka, sepakati dulu apa yang membuat satu kamar lebih bernilai daripada kamar lain. Biasanya campuran dari:

  • Luas lantai — faktor paling kasatmata, dan paling gampang diukur.
  • Kamar mandi dalam — kamar mandi pribadi memang pantas dihargai lebih.
  • Cahaya alami — kamar sudut yang terang jelas menang dari kamar remang yang menghadap tembok.
  • Kebisingan — kamar di sisi jalan bernilai lebih rendah daripada kamar tenang di belakang.
  • Penyimpanan dan tambahan — lemari tanam, balkon, satu jendela ekstra.

Anda tidak butuh spreadsheet berisi setiap faktor. Yang Anda butuhkan adalah kesepakatan soal faktor mana yang penting untuk kontrakan kalian.

Sewa yang adil bukan soal mengukur sampai sentimeter terakhir. Ini soal pembagian yang sudah disetujui semua orang sebelum mereka pindah masuk.

Rumus sederhana yang berhasil

Pendekatan paling bersih: beri tiap kamar sebuah bobot, lalu bagi total sewa menurut bobot itu.

  1. Beri tiap kamar angka yang mencerminkan nilainya — mulai semua dari 100, lalu naikkan atau turunkan.
  2. Kamar besar dengan kamar mandi dalam mungkin 130, kamar rata-rata 100, kamar sempit 80.
  3. Jumlahkan semua bobotnya (130 + 100 + 80 = 310).
  4. Tiap orang membayar bobotnya ÷ total × sewa.

Pada sewa Rp3.600.000, hasilnya kira-kira Rp1.510.000 / Rp1.161.000 / Rp929.000. Tidak ada yang menebak-nebak, dan logikanya transparan — dan justru itulah yang mencegah rasa mengganjal diam-diam tumbuh di bulan ketiga.

Biarkan persentase atau bagian yang berhitung

Anda tidak perlu mengerjakan hitungan ini dengan tangan tiap bulan. Di Donget, buat satu Grup untuk rumah itu dan bagi Pengeluaran sewa dengan persentase — 42% / 32% / 26% dari contoh di atas — atau dengan bagian kalau Anda lebih suka berpikir dalam angka bulat. Masukkan sekali dan Saldonya otomatis mencerminkan pembagian yang tidak rata itu, tiap bulan tanpa kecuali.

Itu penting karena sewa sifatnya berulang. Pembagian adil yang harus Anda hitung ulang manual adalah pembagian adil yang akhirnya akan Anda tinggalkan.

Jangan biarkan kamar menentukan segalanya

Dua catatan soal keadilan yang layak diucapkan keras-keras:

  • Tinjau ulang kalau ada yang berubah. Kalau ada yang bertukar kamar atau penghuni baru masuk, hitung ulang bobotnya. Pembagian yang adil di tahun pertama bisa diam-diam melenceng.
  • Pisahkan tagihan dari sewa. Listrik, air, internet, dan belanja mingguan biasanya memang dibagi rata atau menurut pemakaian — mencampurnya ke dalam pembobotan kamar cuma bikin keruh. Catat itu sebagai pengeluaran tersendiri. (Sistem lengkapnya kami bahas di membagi sewa dan tagihan dengan teman serumah.)

Versi singkatnya

  • Sepakati fitur kamar mana yang penting untuk rumah kalian.
  • Beri bobot tiap kamar, lalu bagi sewanya menurut bobot itu.
  • Masukkan sekali sebagai pembagian persentase atau bagian supaya berulang otomatis.
  • Pisahkan tagihan bersama, dan tinjau ulang bobotnya saat kamarnya berubah.

Lakukan itu, dan luas kamar seseorang berhenti jadi bahan ribut bulanan. Itu cuma angka yang sudah disepakati semua orang sebagai adil.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara membagi sewa dengan adil kalau ukuran kamarnya berbeda-beda?

Mulai dari pembagian rata, lalu sesuaikan dengan apa yang benar-benar berbeda — luas lantai lebih dulu, baru cahaya, tempat penyimpanan, kamar mandi dalam, dan kebisingan. Ubah penyesuaian itu menjadi persentase dari total sewa supaya logika yang sama tetap berlaku saat sewanya berubah.

Apakah sewa sebaiknya dibagi murni berdasarkan meter persegi?

Tidak murni. Luas memang faktor terbesar, tapi bukan satu-satunya: kamar besar yang menghadap jalan bisa bernilai lebih rendah daripada kamar kecil yang tenang dan punya balkon. Pakai luas sebagai titik awal, lalu biarkan perbedaan lain menggesernya beberapa persen.

Berapa pembagian sewa yang adil untuk pasangan yang menempati satu kamar?

Yang ditagih kamarnya, bukan kepalanya, lalu biaya bersama dibagi per orang. Pasangan di satu kamar mengambil satu bagian kamar untuk sewanya, tapi dua bagian untuk tagihan dan belanja — dan itu biasanya pembagian yang langsung diakui semua orang sebagai adil.

Bagaimana kalau ada yang merasa bagiannya tidak adil?

Hitung ulang secara terbuka, dari daftar perbedaan yang sama dan bisa dilihat semua orang. Sebagian besar perselisihan sebenarnya soal prosesnya, bukan soal angkanya, dan pembagian yang dihitung di depan seisi rumah biasanya bertahan sampai akhir tahun.

Perlukah menghitung ulang pembagiannya kalau sewa naik?

Tidak, asalkan Anda menyimpannya sebagai persentase. Persentase menyesuaikan diri otomatis dengan total yang baru, sedangkan jumlah tetap per kamar diam-diam jadi salah begitu pemilik kontrakan menaikkan harga.

Lagi membereskan urusan rumah bersama? Unduh Donget gratis dan atur pembagian sewa kontrakan Anda dalam semenit. Lebih banyak soal hidup bersama tanpa drama ada di kasus penggunaan teman serumah.

Lunas dalam hitungan detik. Berteman bertahun-tahun.

Gabung dengan grup yang sudah pensiun dari spreadsheet. Unduh Donget gratis.