Lewati ke konten
Donget
Unduh
Semua artikel

Cara pasangan membagi biaya liburan (tanpa saling menghitung skor)

Pasangan membagi biaya liburan dengan satu aturan sebelum memesan: 50/50, sesuai penghasilan, tiket dan penginapan dibagi dua orang, atau kas bersama. Lunasi sekali setelah pulang.

The Donget team 7 menit baca

Tiket pesawat terbuka di satu tab dan hotel di tab lain, dan salah satu dari kalian hendak membayar keduanya “untuk sementara”. Atau kalian sudah pulang, dan satu kartu menanggung sebagian besar liburan sementara yang lain diam-diam bertanya-tanya berapa utangnya. Bagaimana pasangan membagi biaya liburan tanpa mengubah liburan jadi buku kas?

Pilih satu aturan sebelum ada yang dipesan: 50/50 kalau penghasilan kalian dekat, sesuai penghasilan kalau tidak, satu membayar tiket dan yang lain penginapan kalau totalnya mendekati target, atau kas bersama untuk biaya harian. Catat hanya yang besar, dan lunasi sekali, setelah kalian pulang.

Mengapa liburan lebih sulit daripada tagihan bulanan

Sewa dan belanja dapur datang menurut jadwal, jadi kebanyakan pasangan sudah punya aturannya. Liburan berbeda. Biaya terbesar jatuh berbulan-bulan sebelum berangkat, pada kartu mana pun yang sedang terbuka. Di tujuan, belasan pembayaran kecil sehari datang dari siapa pun yang paling dekat dengan kasir. Dan liburan adalah satu-satunya biaya bersama tempat pilihan kalian paling berbeda: satu ingin hotel yang lebih bagus, yang lain senang dengan yang lebih murah.

Kalau kalian sudah punya aturan untuk rumah tangga, liburan bisa memakainya. Kalau belum, apakah tagihan dibagi 50/50 adalah tempat memulai; di sini pertanyaannya lebih sempit: bagaimana dengan satu liburan ini.

Empat cara pasangan membagi biaya liburan

1. 50/50 murni. Semua biaya bersama dibagi dua. Sederhana dan tak perlu membuka gaji, cocok untuk pasangan yang penghasilannya dekat. Aturan ini goyah ketika satu pihak berpenghasilan jelas lebih besar dan juga yang memilih hotel: yang lain membayar separuh liburan yang harganya disesuaikan dengan anggaran orang lain.

2. Sesuai penghasilan. Masing-masing membayar bagiannya dari gabungan penghasilan bersih kalian. Kalau satu membawa pulang Rp 10.000.000 sebulan dan yang lain Rp 6.000.000, itu lima per delapan dan tiga per delapan. Liburan itu lalu memakan pecahan penghasilan yang sama dari masing-masing. Metodenya dijelaskan di cara membagi tagihan saat penghasilan berbeda.

3. Satu membayar tiket, yang lain penginapan. Tiap pasangan mengambil satu kategori utuh, jadi tak ada yang berutang ke siapa pun. Terasa ringan, dan berhasil kalau kedua total mendekati pembagian yang kalian inginkan. Tiket dan akomodasi jarang sama mahal, jadi jumlahkan sebelum menyebutnya impas.

4. Kas liburan bersama. Kalian berdua menyetor ke satu kas (kartu bersama, atau uang tunai yang dibawa satu orang) dan biaya harian keluar dari situ. Setor sesuai rasio yang disepakati: untuk kas Rp 1.200.000 dengan lima per delapan dan tiga per delapan, itu Rp 750.000 dan Rp 450.000. Ini yang paling santai di lapangan, dan kas bersama dibandingkan bagi sambil jalan membahas cara menjalankannya dan apa yang dilakukan dengan sisanya.

Cara pasangan membagi biaya liburan: memilih aturan

Tiga pertanyaan menyelesaikannya untuk kebanyakan pasangan.

Apakah penghasilan kalian dekat? Kalau ya, 50/50 biasanya cukup dan tak perlu membandingkan slip gaji. Kalau satu penghasilan jelas lebih besar, lanjutkan membaca.

Siapa yang menentukan tingkat liburannya? Kalau yang berpenghasilan lebih besar memilih tujuan, hotel, dan restoran, pembagian sesuai penghasilan, atau pasangan itu membayar selisih peningkatan yang ia inginkan, mencegah liburan menghabiskan tabungan sebulan pasangan yang lain.

Seberapa banyak pencatatan yang sanggup kalian berdua tahan? Kalau tak satu pun mau mencatat apa pun di tujuan, pakai kategori (tiket dibanding penginapan) untuk yang besar dan kas untuk yang kecil, lalu cek totalnya sekali di akhir.

Campuran boleh saja: sesuai penghasilan untuk penginapan dan tiket, 50/50 untuk makan. Cukup sepakati keranjang mana tempat tiap biaya sebelum berangkat, karena “makan malam itu kan idemu” adalah percakapan yang buruk di teras restoran.

Contoh hitungan: liburan yang sama, dua aturan

Laras membawa pulang Rp 10.000.000 sebulan dan Dimas Rp 6.000.000. Mereka berlibur seminggu, dan biaya bersamanya mencapai Rp 7.440.000:

BiayaJumlahDibayar oleh
Tiket pesawatRp 2.160.000Dimas
Hotel, enam malamRp 3.000.000Laras
Sewa mobilRp 600.000Dimas
Makan dan biaya harianRp 960.000Laras
Makan dan biaya harianRp 720.000Dimas
TotalRp 7.440.000Laras Rp 3.960.000, Dimas Rp 3.480.000

Diving Dimas (Rp 300.000) adalah idenya sendiri dan biayanya sendiri, jadi tidak masuk daftar.

Dibagi 50/50, masing-masing berutang Rp 3.720.000. Laras membayar Rp 3.960.000, jadi ia unggul Rp 240.000: Dimas membayar Laras Rp 240.000. Liburan itu memakan 37,2% dari penghasilan bersih sebulan Laras dan 62,0% milik Dimas.

Dibagi sesuai penghasilan (lima per delapan dan tiga per delapan), bagian Laras Rp 4.650.000 dan Dimas Rp 2.790.000. Laras membayar Rp 3.960.000, jadi ia kurang Rp 690.000: Laras membayar Dimas Rp 690.000. Kini liburan itu memakan persis 46,5% dari penghasilan sebulan masing-masing.

Perhatikan bahwa transfernya berubah arah, bukan hanya besarnya. Pada 50/50 Dimas berutang ke Laras; dibagi sesuai penghasilan, Laras berutang ke Dimas. Itulah mengapa “nanti kita beresin” bermasalah kalau kalian tak pernah sepakat “itu” yang mana.

Cara pasangan membagi biaya liburan: dengan 50/50 liburan memakan bagian jauh lebih besar dari penghasilan bulanan yang lebih rendah; dibagi sesuai penghasilan, kedua batang sama panjang

Tukar tiket-lawan-penginapan saja akan menempatkan Dimas di Rp 2.160.000 dan Laras di Rp 3.000.000, sekitar 42% dan 58%. Itu bukan 50/50 maupun lima per delapan, makanya metode kategori tetap butuh hitungan singkat di akhir meskipun terasa seimbang.

Cara agar liburan tidak jadi akuntansi

Catat yang besar saat terjadi. Tiket, penginapan, sewa mobil, tur, makan malam yang mahal. Lima atau enam catatan mencakup sebagian besar uang liburan.

Biarkan yang kecil tetap kecil. Kopi, camilan, dan tiket bus keluar dari kas atau dibagi kira-kira dengan bergantian. Selama seminggu, giliran saling menutup jauh lebih baik daripada yang orang kira.

Biarkan tambahan pribadi tetap pribadi. Spa, diving, belanja. Yang menginginkannya membayarnya, atau yang lain membayarnya sebagai hadiah dan mengatakannya.

Lunasi sekali, setelah pulang. Satu transfer, pada malam yang tenang, setelah pembayaran kartu terakhir masuk. Melunasi di bandara, lelah dan gosong, adalah saat pertengkaran dimulai.

Kalau salah satu dari kalian akhirnya membayar sebagian besar liburan tanpa ada yang memutuskannya, itu pola, bukan pertanyaan liburan, dan kalau satu pasangan membayar semuanya membahas persis hal itu.

Di mana Donget masuk

Grup untuk berdua menyimpan catatannya supaya tak satu pun dari kalian perlu mengingatnya. Setiap biaya besar masuk dengan Tambah pengeluaran, Dibayar oleh siapa pun yang membayar, dibagi Sama rata untuk 50/50 atau per Bagian dengan 5 dan 3 untuk pembagian penghasilan Laras dan Dimas. Aturan campuran hanyalah pengaturan berbeda pada pengeluaran berbeda. Biaya yang dibayar di luar negeri bisa dimasukkan dalam mata uang setempat, dan pengeluaran yang ditambahkan offline tersinkron saat kembali online.

Saldo menunjukkan siapa unggul selama perjalanan, dan Lunasi mengubahnya menjadi satu transfer, Rp 690.000 dari Laras ke Dimas dalam contoh; Sudah dibayar mencatatnya setelah selesai. Donget tidak memindahkan uang; kalian saling membayar dengan cara biasa. Gratis, tanpa iklan dan tanpa batas harian untuk entri. Panduan pengeluaran untuk pasangan yang lebih luas membahas biaya sehari-hari di antara liburan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana pasangan membagi biaya liburan?

Kebanyakan memakai satu dari empat aturan: 50/50, sesuai penghasilan, satu membayar tiket dan yang lain penginapan, atau kas bersama. Sepakati aturannya sebelum memesan dan lunasi sekali, setelah liburan.

Siapa yang membayar liburan dalam hubungan?

Tidak ada aturan bawaan. Penghasilan serupa biasanya dibagi sama rata; kalau satu jelas lebih besar, pembagian sesuai penghasilan atau pasangan itu menanggung peningkatan yang ia pilih adalah hal umum. Katakan sebelum memesan.

Haruskah pasangan yang berpenghasilan lebih besar membayar lebih untuk liburan?

Sering kali ya, terutama kalau dia yang menentukan tingkat liburannya. Membagi sesuai penghasilan berarti kalian masing-masing mengeluarkan bagian penghasilan yang sama.

Adilkah kalau satu membayar tiket dan yang lain membayar hotel?

Adil kalau totalnya dekat dengan pembagian yang kalian inginkan. Jumlahkan dulu; satu transfer di akhir menutup selisih apa pun.

Bagaimana membagi biaya liburan dengan pasangan tanpa mencatat tiap kopi?

Catat hanya yang besar, urus biaya harian dengan kas kecil atau bergantian, dan lunasi selisihnya sekali, setelah pulang.

Bagaimana dengan hal yang hanya diinginkan satu dari kami, seperti spa atau diving?

Jangan masukkan ke daftar bersama. Yang menginginkannya membayar, atau yang lain membayarnya sebagai hadiah, dikatakan terang-terangan.

Intinya

Pasangan jarang bertengkar soal harga liburan; mereka bertengkar soal anggapan yang tak pernah diucapkan. Pilih 50/50 atau pembagian sesuai penghasilan sebelum memesan, pakai kategori atau kas agar yang kecil tetap ringan, catat biaya besar saat terjadi, dan lunasi sekali, di rumah, dalam satu transfer.

Unduh Donget gratis dan simpan biaya besar liburan kalian di satu tempat yang bisa dilihat berdua, lalu lunasi dalam satu transfer setelah pulang.

Lunas dalam hitungan detik. Berteman bertahun-tahun.

Gabung dengan grup yang sudah pensiun dari spreadsheet. Unduh Donget gratis.