Mulai tinggal bersama: cara membagi sewa, tagihan, dan pembelian besar pertama
Cara membagi biaya saat pindah bersama pasangan: tiga kantong untuk uang bersama, sewa rata atau proporsional, siapa yang membayar sofa, dan satu bulan yang tuntas dalam sekali transfer.
Bulan pertama di rumah bersama itu mahal dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Deposit, sewa pertama, sebuah sofa, sebuah kulkas yang ternyata tidak termasuk — dan semuanya jatuh ke dua kartu berbeda pada waktu yang berbeda. Kebanyakan pasangan tak pernah memutuskan bagaimana membagi satu pun dari itu. Mereka cuma membayar, dan enam minggu kemudian salah satu dari kalian diam-diam tertinggal beberapa ratus ribu.
Perbaikannya bukan obrolan serius soal uang. Ia sedikit struktur, disepakati sebelum pembelian besar pertama: pilah tiap biaya ke salah satu dari tiga kantong, pilih satu aturan per kantong, dan simpan satu catatan bersama tentang siapa membayar apa.
Tiga kantong itu
Hampir semua biaya hidup bersama jatuh ke salah satu dari tiga kelompok; kesalahannya adalah memperlakukan ketiganya sebagai satu.
1. Biaya bersama yang berjalan. Sewa, listrik dan air, internet, belanja bulanan, langganan tontonan yang kalian pakai berdua. Semuanya berulang dan benar-benar untuk kalian berdua, jadi kantong ini butuh aturan tetap — rata atau proporsional — yang kalian terapkan tanpa berpikir.
2. Pembelian bersama sekali jalan. Sofa, kulkas, rak buku yang kalian pilih bersama. Ada dua pertanyaan tersembunyi di tiap barang — bagaimana biayanya dibagi, dan itu milik siapa? — dan keduanya diputuskan saat membeli, bukan diingat-ingat sesudahnya.
3. Yang pribadi tetap pribadi. Ponselmu, tempat gym-nya, pakaian, hadiah untuk teman yang cuma dikenal salah satu dari kalian. Tak satu pun masuk ke catatan bersama. Katakan ini dengan lantang, karena tanpanya tiap transaksi kartu jadi sebuah pertanyaan.
Rata atau proporsional untuk biaya yang berjalan
Ada dua aturan yang masuk akal untuk kantong pertama, dan keduanya dibahas rinci di tempat lain: pembagian pengeluaran untuk pasangan menelusuri model 50/50, menurut penghasilan, dan menurut kategori, sementara ketika satu pasangan membayar semuanya menangani pembagian yang sudah terlanjur melenceng.
Versi singkatnya: rata adalah default yang tepat ketika penghasilan berdekatan, karena mudah dijelaskan dan tak ada yang merasa diawasi. Proporsional terhadap penghasilan adalah jawaban lazim ketika salah satu berpenghasilan jelas lebih besar — masing-masing membayar porsi yang sama dari apa yang ia hasilkan, jadi rumahnya menuntut upaya yang sama dari keduanya. Jumlahkan kedua penghasilan bersih; persentase tiap orang adalah penghasilannya dibagi totalnya. Apa pun yang kalian pilih, pilih sekali dan tuliskan.
Pembelian besar pertama: dua pertanyaan, bukan satu
Sofa bukan sewa. Ia tidak lenyap di akhir bulan, dan kalau rumahnya atau hubungannya berakhir, seseorang membawanya pergi. Jadi tiap pembelian bersama di atas ambang yang kalian sepakati — katakanlah Rp 500.000 — mendapat dua keputusan di kasir.
Bagaimana biayanya dibagi boleh mengikuti aturan sewa kalian, boleh juga tidak. Banyak pasangan yang membagi sewa 40/60 tetap membagi perabot 50/50 karena mereka ingin memilikinya sama rata — pilihan yang koheren, asalkan itu memang sebuah pilihan.
Siapa yang akan menyimpannya adalah pertanyaan yang tak seorang pun ingin ajukan dan semua orang lega sudah terjawab. Ini obrolan tentang barang, bukan kontrak, dan makan waktu sepuluh detik per barang: «yang ini punya kita», «yang ini punyamu karena satu set dengan mejamu». Catat jawabannya di sebelah pengeluarannya. Kalau salah satu dari kalian sudah punya sebagian besar perabotnya, barangnya tetap miliknya; hanya yang kalian beli mulai sekarang yang butuh dua pertanyaan itu.
Masalah arus kas di bulan pertama
Deposit, sewa pertama, dan perabot semuanya jatuh dalam tiga minggu yang sama, dan jarang jatuh merata: satu orang mentransfer depositnya karena rekeningnya kebetulan terbuka pagi itu, yang lain membeli sofanya karena tokonya menerima kartunya. Tak satu pun jumlah itu cocok dengan apa yang jadi tanggungan masing-masing menurut aturan kalian — dan memang tidak perlu. Yang kalian simpan adalah total berjalan tentang siapa sudah membayar apa, sehingga di akhir bulan satu transfer mengembalikan kalian ke aturan kalian.
Contoh perhitungan
Nora membawa pulang Rp 8.000.000 sebulan, Sam Rp 12.000.000. Bersama-sama itu Rp 20.000.000, jadi aturan proporsional memberi Nora 40 persen dan Sam 60 persen. Mereka sepakat proporsional untuk biaya berjalan dan rata untuk perabot, karena mereka ingin memiliki sama rata apa yang mereka beli bersama. Bulan pertama mereka:
| Pengeluaran | Jumlah | Dibayar oleh | Aturan | Porsi Nora | Porsi Sam |
|---|---|---|---|---|---|
| Sewa | Rp 5.000.000 | Sam | 40/60 | Rp 2.000.000 | Rp 3.000.000 |
| Tagihan (listrik, internet) | Rp 800.000 | Sam | 40/60 | Rp 320.000 | Rp 480.000 |
| Sofa | Rp 3.000.000 | Nora | 50/50 | Rp 1.500.000 | Rp 1.500.000 |
| Total | Rp 8.800.000 | Rp 3.820.000 | Rp 4.980.000 |
Porsi Nora untuk bulan itu Rp 3.820.000 dan ia membayar Rp 3.000.000, jadi ia tertinggal Rp 820.000. Porsi Sam Rp 4.980.000 dan ia membayar Rp 5.800.000, jadi ia unggul Rp 820.000. Kedua angka itu cocok, sebagaimana seharusnya: satu transfer Rp 820.000 dari Nora ke Sam dan bulannya impas. Tak seorang pun membayar «40 persennya» dari sewa pada hari itu dan tak seorang pun membagi sofanya di kasir; masing-masing membayar apa yang praktis, dan catatannya yang mengerjakan sisanya.
Tuliskan sebelum jadi kikuk
Sepakati semua ini sebelum pembelian besar pertama, selagi masih obrolan perencanaan alih-alih obrolan tentang satu pembelian yang sudah dilakukan salah satu dari kalian. Tiga baris sudah cukup:
- Biaya berjalan dibagi [rata / 40-60] — dan aturannya ketika gaji berubah.
- Pembelian bersama di atas [jumlah] dibagi [bagaimana] dan kami memutuskan siapa yang menyimpannya saat membelinya.
- Kami melunasi [bulanan], setelah sewa.
Itu bukan anggaran, bukan kontrak. Itu benda yang kalian tunjuk alih-alih berdebat.
Di sinilah Donget masuk
Satu grup untuk kalian berdua sudah cukup. Sewa dan tagihan masuk sebagai pengeluaran dengan Dibayar oleh disetel ke kartu siapa pun yang terkena, dibagi dengan Persentase 40/60; sofanya masuk sebagai Rata. Tab Saldo lalu menampilkan angka yang sama seperti tabel di atas, langsung untuk kalian berdua, dan Lunasi mengusulkan satu transfer yang membersihkannya. Mencatat Rp 820.000 milik Nora sebagai Transfer mengembalikan kedua saldo ke nol. Lima cara membagi pengeluaran menjelaskan kapan Jumlah atau Pengali lebih cocok daripada Persentase.
Kalau ternyata bukan pasangan sama sekali
Ketiga kantong yang sama bekerja untuk pindah bersama teman atau saudara; kalian tinggal memakai rata alih-alih proporsional, dan lebih peduli siapa memiliki apa. Cara membagi sewa dan tagihan dengan teman sekamar membahas penyiapannya, dan cara membagi tagihan utilitas membahas bulan-bulan ketika pemakaiannya tidak setara.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sewanya dibagi 50/50 atau menurut penghasilan saat mulai tinggal bersama?
Keduanya bisa asal kalian berdua yang memilihnya. Rata ketika penghasilan berdekatan; proporsional ketika salah satu berpenghasilan jelas lebih besar. Pilih satu, tuliskan, dan tinjau lagi ketika gaji berubah.
Siapa yang membayar perabot saat mulai tinggal bersama?
Putuskan dua hal per barang sebelum membeli: bagaimana biayanya dibagi dan siapa yang akan menyimpannya kalau kalian berpisah. Barang bersama yang besar sering dibagi rata dan dimiliki berdua; barang pribadi tetap pribadi.
Bagaimana kalau salah satu dari kami sudah punya sebagian besar perabotnya?
Maka itu tetap miliknya, dan hanya yang kalian beli bersama mulai sekarang yang perlu dibagi. Satu jumlah sekali bayar yang disepakati lebih sederhana daripada menilai sofa bekas.
Bagaimana menangani deposit dan sewa bulan pertama?
Bagi dengan aturan yang sama seperti sewa, dan catat siapa yang sebenarnya mentransfer uangnya, karena biasanya satu orang. Kalau depositnya kembali, ia mengikuti pembagian yang sama.
Apakah kami perlu rekening bersama untuk membagi pengeluaran?
Tidak. Catatan bersama tentang siapa membayar apa bekerja dengan atau tanpa rekening bersama.
Seberapa sering sebaiknya kami melunasi?
Sebulan sekali, setelah sewa dan tagihan utama keluar. Saldonya tetap kecil dan pembicaraannya tetap rutinitas dua menit.
Intinya
Mulai tinggal bersama tidak butuh rencana keuangan. Ia butuh tiga kantong, satu aturan per kantong, jawaban sepuluh detik untuk «ini punya siapa?» pada tiap pembelian besar, dan satu catatan bersama yang mengubah bulan pertama yang berantakan menjadi satu transfer. Sepakati sebelum sofanya datang dan kalian tak akan pernah punya obrolan tentang sofa itu.
Unduh Donget gratis dan siapkan grup untuk kalian berdua sebelum sewa pertama keluar, supaya bulan pertama berakhir dengan satu transfer alih-alih tebakan.