Lewati ke konten
Donget
Unduh
Semua artikel

Arti “going Dutch”: bayar sendiri-sendiri dan kebiasaan patungan di berbagai negara

Going Dutch artinya tiap orang membayar bagiannya sendiri, bukan satu orang membayari semua. Asal frasanya, padanannya di Indonesia, dan kebiasaan membagi tagihan di dunia.

The Donget team 8 menit baca

Piring-piring sudah dibereskan, bon datang, dan seseorang bilang, “Going Dutch aja, ya?” Separuh meja mengangguk. Separuh lainnya diam-diam bingung apakah itu berarti membayar apa yang dipesan atau membagi totalnya, padahal keduanya bisa berselisih puluhan ribu rupiah per orang.

Frasanya sederhana; kebiasaan di baliknya tidak. Going Dutch artinya tiap orang membayar bagiannya sendiri, biasanya makanan dan minumannya sendiri, bukan satu orang membayari semuanya. Ini tidak persis sama dengan membagi tagihan rata, dan banyak ungkapan yang diterjemahkan sebagai “going Dutch”, seperti warikan di Jepang, sebenarnya berarti bagian yang sama.

Arti “going Dutch”

Dalam satu kalimat: going Dutch berarti membayar bagian sendiri dalam acara bersama. Kamus mendefinisikan “Dutch treat” yang berkaitan sebagai makan atau hiburan di mana tiap orang membayar untuk dirinya sendiri. Dalam praktik, penutur bahasa Inggris melonggarkannya: sebagian maksudnya “bayar persis yang kamu makan”, sebagian “bagi saja”, dan banyak yang memakainya hanya untuk menandakan bahwa tidak ada yang mentraktir.

Orang Indonesia punya cara sendiri menyebutnya. Dalam obrolan sehari-hari, “bayar sendiri-sendiri” atau “bayar masing-masing” berarti tiap orang menanggung pesanannya, dan “split bill” (kata pinjaman dari bahasa Inggris, lazim di kafe dan restoran) bisa berarti dibagi per pesanan atau dibagi rata, tergantung siapa yang bicara. “Patungan” berarti semua orang mengumpulkan uang untuk satu keperluan bersama, dan “urunan” kurang lebih sama. Lawannya adalah “traktir”: satu orang membayari yang lain, dan di meja Indonesia itu sering terjadi, entah karena ulang tahun, gajian, atau sekadar giliran.

Ketaksaan itulah sumber sebagian besar momen canggung, jadi ada baiknya tahu tiga pilihan yang bisa diwakilinya.

Dari mana asal frasa ini

Cerita asal going Dutch yang paling banyak didengar berasal dari abad ke-17: Inggris dan Republik Belanda bersaing di laut dan dagang, dan bahasa Inggris waktu itu menyerap beberapa hinaan berbasis kata “Dutch”, seperti “Dutch reckoning” dan “Dutch feast”, pesta di mana tuan rumah mabuk lebih dulu.

Bukti bertanggal untuk frasa ini menunjuk ke tempat lain. “Dutch treat” tercatat dalam bahasa Inggris Amerika sejak sekitar 1870, sebuah “traktiran” di mana tak seorang pun ditraktir, dan “go Dutch” menyusul pada awal abad kedua puluh. Jadi frasa ini berasal dari Amerika dan jauh lebih muda daripada persaingan itu, meski ia meminjam kebiasaan lama memakai “Dutch” untuk arti “bukan yang sebenarnya”. Sebagian kamus masih menandai “Dutch treat” kadang menyinggung; “split bill” menghindari persoalannya sama sekali.

Going Dutch, bagi rata, atau satu orang bayar

Ada tiga cara umum menyelesaikan makan bersama:

  • Going Dutch — tiap orang membayar piring dan minumannya sendiri, ditambah bagian yang adil atas apa pun yang dimakan bersama.
  • Bagi rata — totalnya dibagi jumlah orang, apa pun yang dipesan masing-masing.
  • Satu orang bayar — sebagai traktiran, atau dengan pengertian bahwa yang lain akan membayarnya kembali.

Arti going Dutch di satu meja: tiap orang membayar piringnya sendiri, satu total dibagi jadi tumpukan sama besar, dan satu orang menanggung semuanya

Bagi rata cepat dan adil kalau pesanannya mirip. Going Dutch lebih adil kalau tidak. Di balik layar, keduanya hanyalah dua dari lima cara membagi pengeluaran, dan cara membagi tagihan restoran saat tak semua orang makan sama membahas campurannya.

Contoh hitungan: tiga orang, dua jawaban

Ayu, Bagas, dan Citra makan malam. Menu utama dan minuman Ayu Rp 66.000, Bagas Rp 105.000, dan Citra Rp 63.000, dan mereka berbagi satu sate pembuka Rp 36.000. Tagihannya Rp 270.000.

Pesanan sendiri+ sepertiga pembukaGoing DutchBagi rataSelisih
AyuRp 66.000Rp 12.000Rp 78.000Rp 90.000membayar Rp 12.000 lebih banyak jika dibagi rata
BagasRp 105.000Rp 12.000Rp 117.000Rp 90.000membayar Rp 27.000 lebih sedikit jika dibagi rata
CitraRp 63.000Rp 12.000Rp 75.000Rp 90.000membayar Rp 15.000 lebih banyak jika dibagi rata
TotalRp 234.000Rp 36.000Rp 270.000Rp 270.000

Kedua metode mengumpulkan Rp 270.000. Pembagian rata memindahkan Rp 27.000 dari Ayu dan Citra ke Bagas — sepele untuk satu kali makan malam, terasa kalau setahun penuh. Kalau Bagas menawarkan membayar seluruh Rp 270.000 sebagai traktiran, tak ada yang berutang; kalau ia membayarnya sekadar supaya urusan cepat selesai, going Dutch berarti Ayu mengirim Rp 78.000 kepadanya dan Citra Rp 75.000. Kalau tagihan juga memuat biaya layanan atau pajak, besarnya mengikuti tiap pesanan — membagi pajak dan biaya layanan secara proporsional menunjukkan caranya.

Etiket membagi tagihan di berbagai penjuru dunia

Kebiasaan berbeda menurut wilayah, usia, acara, dan keluarga, jadi baca ini sebagai pola umum, bukan aturan.

Indonesia. Antar teman sebaya, “bayar masing-masing” atau “split bill” lazim, terutama di kafe dan antar rekan kerja; patungan lazim untuk hadiah atau acara bersama. Yang lebih senior, yang sedang berulang tahun, atau yang baru gajian sering diharapkan mentraktir, dan menolak traktiran terlalu keras bisa terasa kaku. Kebiasaan bergantian mentraktir juga umum, dan itu cara halus untuk membuat semuanya impas tanpa menghitung.

Jepang. Di antara teman, warikan (割り勘) — membagi tagihan sama rata di antara orang yang membayar — lazim. Dalam urusan bisnis atau suasana yang lebih formal, orang yang lebih senior atau tuan rumah sering yang membayar.

Korea Selatan. Deochipei (더치페이) adalah serapan Korea dari kata Inggris “Dutch” dan “pay”, artinya tiap orang membayar bagiannya atau biaya dibagi bersama. Enppang (엔빵), dari “n” seperti dalam n orang, berarti semua orang menyumbang bagian yang sama.

Italia. Pagare alla romana, “membayar ala Roma”, umumnya berarti membagi total sama rata di antara semua orang di meja.

Spanyol. Pagar a escote berarti tiap orang membayar bagiannya dari pengeluaran bersama.

Iran. Bagian tiap orang dari biaya kelompok adalah dong-nya (دنگ); kamus mencatat arti bagian itu di bawah dāng (دانگ), kata yang secara harfiah berarti seperenam. Mengusulkan agar semua orang membayar bagiannya adalah dongi hesab konim (دنگی حساب کنیم), “mari kita bagi”.

Turki. Alman usulü, “cara Jerman”, berarti membayar sendiri-sendiri.

Arab Saudi. Teman yang rutin bertemu sering mengumpulkan qatta (القطة) — uang yang dikumpulkan dari semua yang hadir untuk menutup biaya pertemuan, mirip kas bersama.

Jerman. “Zusammen oder getrennt?” — bersama atau terpisah? — adalah pertanyaan baku di akhir makan di restoran, dan membayar terpisah itu biasa.

Belanda. Lazim satu orang membayar lalu mengirim permintaan pembayaran kepada yang lain lewat aplikasi seperti Tikkie, atau semua orang membayar bagiannya sendiri.

Amerika Serikat. Di antara teman, bagi rata lazim kalau pesanannya kurang lebih sama harganya; kalau satu orang yang membayar, yang lain sering menggantinya lewat aplikasi pembayaran.

Apakah membagi tagihan itu tidak sopan

Biasanya tidak. Di antara teman dan rekan yang kedudukannya setara, membagi adalah kebiasaan di banyak tempat, dan memaksa membayar bisa membuat yang lain merasa berutang budi. Ini jadi rumit dalam tiga keadaan: ketika seseorang jelas mengundang yang lain (“sini, aku traktir”), ketika makan itu merayakan satu orang — lihat siapa yang bayar makan malam ulang tahun — dan di tempat yang adatnya mengharapkan orang senior atau tuan rumah membayar. Pasangan punya versi pertanyaan ini sendiri, yang dibahas di perlukah pasangan membagi tagihan 50/50.

Cara mengusulkannya dengan sopan

Katakan sebelum ada yang memesan, bukan ketika bon datang: “Bayar masing-masing aja, ya?” atau “Bagi rata aja gimana?” Menyebut metodenya di awal memungkinkan yang anggarannya ketat memesan sesuai tanpa harus menjelaskan alasannya. Kalau seseorang memesan jauh lebih banyak, tawarkan going Dutch alih-alih menunggu diminta. Dan kalau seseorang menalangi semuanya supaya cepat, lunasi hari itu juga; menyelesaikan tagihan tanpa canggung berisi kebiasaan yang membantu.

Di mana Donget masuk

Donget menangani ketiga metode pada satu tagihan. Dibayar oleh mencatat siapa yang menalangi. Untuk bagi rata, pilih Rata. Untuk going Dutch, pilih Jumlah dan masukkan total tiap orang, atau ketuk Pindai struk dan biarkan tiap orang Klaim bagian atas hidangan yang ia makan; yang mengklaim hanya membayar apa yang ia klaim, dan sisa yang tak diklaim dibagi rata di antara yang belum mengklaim apa-apa — atau di antara semua orang, begitu semuanya sudah mengklaim sesuatu. Kalau grup sering makan di luar, Lunasi menggabungkan saldo menjadi transfer paling sedikit, dan Dibayar menandai tiap transfer selesai. Donget tidak memindahkan uang — transfernya sendiri terjadi lewat cara yang biasa kalian pakai untuk saling membayar.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti going Dutch?

Tiap orang membayar bagiannya sendiri dari makanan, minuman, atau acara bersama, bukan satu orang membayari semuanya. Biasanya berarti membayar apa yang Anda pesan, meski sebagian orang memakainya longgar untuk pembagian apa pun.

Dari mana asal frasa “going Dutch”?

Frasa ini tumbuh dari “Dutch treat”, tercatat dalam bahasa Inggris Amerika sejak sekitar 1870. Sering dikaitkan dengan persaingan Inggris-Belanda abad ke-17, tetapi bukti bertanggal untuk frasa ini berasal dari Amerika dan jauh lebih belakangan.

Apakah going Dutch sama dengan membagi tagihan rata?

Tidak persis. Going Dutch berarti membayar bagian sendiri; bagi rata membagi total dengan jumlah orang. Hasilnya sama hanya kalau semua orang memesan kurang lebih sama.

Apakah membagi tagihan itu tidak sopan?

Biasanya tidak di antara teman dan rekan yang setara. Bisa terasa canggung kalau seseorang mengundang yang lain, pada perayaan untuk satu orang, atau di tempat yang mengharapkan orang senior atau tuan rumah membayar.

Bagaimana orang Jepang membagi tagihan?

Di antara teman, warikan (割り勘) — membagi tagihan sama rata di antara yang membayar — lazim. Dalam urusan bisnis atau formal, orang senior atau tuan rumah sering yang membayar.

Apakah “going Dutch” bernada menghina?

Jarang dimaksudkan sebagai hinaan, tetapi sebagian kamus menandai “Dutch treat” kadang menyinggung. “Split bill” atau “bayar sendiri-sendiri” bermakna sama.

Intinya

Going Dutch berarti membayar bagian sendiri, dan itu hanya satu dari beberapa cara meja-meja di dunia menyelesaikan tagihan — dari warikan yang rata di Tokyo sampai qatta di antara teman di Riyadh, dan dari patungan sampai traktiran bergiliran di Indonesia. Apa pun adatnya, bagian yang canggung sama: tak tahu metode mana yang sedang dipakai. Sebutkan sebelum memesan dan tagihan berubah menjadi hitungan biasa.

Unduh Donget gratis dan bagi makan malam berikutnya dengan cara Anda — rata, per hidangan, atau satu orang bayar dan yang lain melunasi belakangan.

Lunas dalam hitungan detik. Berteman bertahun-tahun.

Gabung dengan grup yang sudah pensiun dari spreadsheet. Unduh Donget gratis.